Cara Mudah Mencegah Rem Blong

Cara mencegah rem blong – Seperti kita ketahui telah terjadi kecelakaan beruntun melibatkan sekitar lebih dari 20 kendaraan di jalan tol Cipularang yang sangat fatal sehingga menyebabkan beberapa mobil terbakar dan banyak korban jiwa.

Meski belum ada pernyataan resmi dari pihak Kepolisian, terdapat dugaan jika penyebab utama kecelakaan tol cipularang ialah sebuah truk yang bermasalah karena rem blong sehingga menabrak mobil lain di depannya.

Rem merupakan salah satu bagian sangat penting pada kendaraan bermotor. Apabila rem bermasalah, nyawa Kamu dan pengguna jalan lain menjadi taruhannya. Maka cara mencegah rem blong harus diketahui untuk keselamatan bersama.

Perawatan rem mobil yang optimal dan rutin harus dilakukan supaya kondisinya selalu prima serta melindungi Anda. Untuk pemilik mobil apalagi, wajib untuk selalu mengecek komponen atau sistem pengereman.

Pengecekan rutin untuk mencegah rem blong

Bila melakukan servis berkala di bengkel resmi , maka akan biasanya selalu diperiksa setiap 6 bulan sekali atau mencapai 10.000 km. Akan tetapi Kamu juga dapat melakukan beberapa hal dibawah ini untuk mencegah rem blong untuk langkah pencegahan.

1. Periksa kampas rem

Pemeriksaan secara berkala kampas rem dapat dimulai dengan memeriksa apakah kondisi kampas rem masih bisa dan layak digunakan atau sudah saatnya diganti. Karena akan repot nanti jika harus membongkar rem, pastikan teknisi bengkel yang akan memprediksi kondisinya.

Janganlah menunda untuk mengganti kampas rem bila direkomedasikan untuk langsung diganti. JIka memang telihat masih tebal, akan tetapi jika sudah tidak layak, maka kampas rem akan sulit mencengkram piringan cakram atau teromol terlebih lagi jika keadaan rem terlalu panas.

Jangan Lupa meminta teknisi agar memeriksa kondisi piringan cakram atau teromol rem. Karena jika ada sesuatu dan lain hal, bisa saja bagian ini rusak seperti permukaan cakram yang bergelombang dan mengakibatkan malfungsi.

2. Periksa minyak rem

Tips mencegah rem blong selanjutnya ialah memeriksa level minyak rem di dalam tabung penyimpanan minimal sebulan sekali atau ketika mencuci mobil. Tambah jika kurang dengan minyak rem yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan.

Sembari itu, periksa sekitar tabung minyak rem akan potensi kebocoran, terutama sekitar sambungan selang. Apalagi jika frekuensi isi ulang minyak rem cukup sering.

Formula kimia dalam minyak rem juga ada masa pakainya. Kalau dipaksakan dipakai, dapat jadi kemampuannya dalam bekerja dan melepas panas jadi melemah. Akibatnya, tekanannya hilang dan rem mobil blong.

Oleh sebab itu, sebaiknya minyak rem dikuras dan diganti seluruhnya setiap 40.000 km sekali untuk menjaga kualitas kandungan kimia yang ada di dalamnya.

3. Menguras tabung minyak rem

Sebagian dari Kamu kurang peduli kondisi tabung minyak rem. Sepanjang minyak rem tidak habis, maka tidak perlu memperhatikan kondisi tabung penyimpannya.

Padahal, meski tutup tabung selalu ditutup rapat, tetap saja ada potensi uap air masuk dan membuat minyak rem ‘masuk angin’. Kalau dibiarkan, masuk angin dapat membuat rem blong karena rem kehilangan tekanan.

Selain itu, di dasar tabung mungkin saja timbul endapan lumpur bahkan lumut kalau Kamu benar-benar tidak peduli kondisinya. Hal ini juga akan membuat rem blong.

Lakukan pembersihan tabung minyak rem bersamaan dengan pengurasan minyak rem di kisaran 40.000 km. Jangan lupa untuk membuang angin yang terperangkap di sistem rem saat proses pembersihan telah selesai.

Pastikan pula selang dan pipa minyak rem dicek ulang, termasuk klem sambungan. Ganti selang jika sudah getas dan ganti pipa bila ada risiko karat.

4. Memeriksa piston pada sistem rem

Fungsi piston pada rem mobil ialah untuk menggerakkan kaliper penjepit kampas rem ke piringan rem. Jika terjadi kemacetan pada piston, maka kaliper tidak dapat digerakkan. Hal ini berbahaya karena rem dapat mengunci seketika.

Kemacetan pada piston dapat diakibatkan oleh karat sekitar piston rem atau kerusakan di bagian karet–karet piston.

5. Menyetel ketinggian rem tangan dengan tepat

Rem tangan dapat berfungsi sebagai rem darurat ketika rem utama mobil Kamu malfungsi atau blong lantaran mekanisme kerjanya tidak mengandalkan sistem yang sama dengan rem mobil.

Masalahnya, posisi rem tangan yang terlalu rendah dapat mengakibatkan kemacetan di sistem rem mobil. Pada umumnya, ketinggian rem tangan hanya diperbolehkan hingga 5 klik.

Semakin rendah posisinya, maka jarak kampas rem dengan piringan atau teromol rem menjadi terlalu dekat. Ini dapat mengakibatkan kemacetan pada sistem rem mobil Anda.

6. Rasakan Pijakan ketika mengerem

Kondisi rem blong tidak serta merta terjadi. Pasti ada gejala awal yang dapat Kamu rasakan sebelumnya, seperti titik pengereman yang bertambah jauh.

Atau Kamu merasa tekanan pedal rem lebih dalam dari biasanya. Segera tepikan mobil jika lampu indikator rem di panel instrumen menyala.

Jangan paksakan untuk terus berjalan kalau ternyata benar rem mobil bermasalah. Segera minta bantuan layanan darurat untuk menggendong mobil ke bengkel.

7. Lakukan Servis berkala

Langkah paling mudah dan efektif untuk mencegah rem mobil blong ialah dengan melakukan servis berkala di bengkel resmi karena teknisi akan mengecek kondisi sistem rem keseluruhan.

Baca Juga : Mitos Atau Fakta ? Minyak Rem Harus Diganti Setiap 20 Ribu KM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *